Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-05 09:08:22【Sehat】970 orang sudah membaca
PerkenalanBupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih disela menjalankan tugas di Bantul. AN

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera mengumpulkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, di Bantul, Selasa, mengangakan langkah mengumpulkan para pengelola SPPG MBG tersebut salah satunya menindaklanjuti adanya laporan keracunan makanan yang dialami siswa yang diduga setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Jetis.
"Masalah Makan Bergizi Gratis ini harus terus kita evaluasi, kita pantau kita cari apa penyebab sesungguhnya, maka kita akan rapat tentang Program MBG dengan mengundang semua penanggung jawab SPPG," katanya.
Bupati menargetkan dalam waktu dekat atau dalam minggu ini dapat mengundang para pengelola SPPG di Bantul, mengenai masalah atau kendala yang dihadapi termasuk mencari solusi bila ada persoalan dalam menjalankan proyek nasional tersebut.
Baca juga: BGN perkuat pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bantul
"Para penanggung jawab SPPG yang ada di Bantul coba kita tanya satu per satu apa problemnya, apa masalahnya, kok masih saja terjadi laporan itu (keracunan)," katanya.
Menurut dia, laporan keracunan makanan yang dialami siswa diduga usai menyantap MBG memang bukan gambaran semua SPPG, melainkan hanya beberapa peristiwa, dan bukan representasi dari semuanya.
"Ini kecelakaan, tapi bagaimanapun karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita, pastilah harus kita cari solusinya, kita temukan penyebabnya apa kok masih saja terjadi keracunan seperti ini," katanya.
Sementara itu, terkait dengan laporan ratusan siswa di salah satu SMA negeri di Jetis yang diduga keracunan makanan pada Jumat (31/10), Bupati mengangakan sudah dilakukan asesmen oleh pihak terkait, dan ngak ada yang perlu menjalani rawat inap.
Baca juga: Bantul awasi pemberian MBG di sekolah meski bukan kewenangan daerah
"Sudah diasesmen dan Alhamdulillah ngak ada yang perlu dirawat inap, artinya mereka yang masih muda tentu imunitas masih kuat, tapi kan kita harus mengantisipasi lebih jauh, jangan sampai ada keracunan lagi," katanya.
Suka(2591)
Sebelumnya: KKP ungkap upaya atasi Cs
Selanjutnya: Mencipta karya bermakna tanpa menghamba pada algoritma
Artikel Terkait
- Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke
- UEA kirim 7.200 ton bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza
- BPOM: Keamanan pangan yang baik mampu dukung pertumbuhan ekonomi
- Satgas sebut gudang cengkeh di AS kosong imbas kasus zat radioaktif
- Panduan mudah memelihara lobster air tawar untuk pemula
- Polres Lombok Timur usut penyebab keracunan pelajar setelah santap MBG
- UEA kirim 7.200 ton bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza
- 131 dapur MBG di Kepri layani 388 ribu penerima manfaat
- APMAKI minta polisi usut tuntas kasus nampan MBG pakai label palsu
- Rumput dari Tiongkok Mengubah Kehidupan di Fiji
Resep Populer
Rekomendasi

Raffi Ahmad apresiasi transformasi lapas di Nusakambangan

Seskab: Presiden ingin semua anak dapat bersekolah di Sekolah Rakyat

Polda Sulteng bekali 26 personel pelatihan DVI dan keamanan pangan

Dinkes Tapin pastikan dapur MBG penuhi standar kesehatan

KPK tangkap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam OTT

KBRI Phnom Penh bantu 97 WNI yang ditangkap polisi Kamboja

Kapolda Kalsel konsumsi MBG bersama siswa pastikan keamanan pangan

Prabowo: Dari 1,4 miliar porsi, MBG sukses 99,99 persen tanpa keracunan